Additional Pages
Custom Links
Connect With Us

THEATRE OF MIND PRAPRODUKSI MODAL SUTRADARA

03 Mar THEATRE OF MIND PRAPRODUKSI MODAL SUTRADARA

produksi_4

Seorang sutradara harus bisa mem-visualkan dengan baik, cirinya adalah ia mampu menuturkan (bercerita) pada crew yang lain tentang karya yang akan ia garap. Masih ingatkan.., bagaimana dulu pada saat kita masih kanak-kanak atau kita sekarang ini berkumpul dengan teman di tempat tongkrongan lalu kita menceritakan suatu kejadian secara runtut dari A – Z. Perhatikan pada saat kita menceritakan kejadian tersebut kepada teman-teman lalu mereka diam dan begitu antusias dengan cerita yang kita tuturkan itu artinya kamu berhasil dalam menceritakan. Nah proses bertutur cerita pada teman-teman itulah yang disebut Theatre of mind.

Daya pikir seorang sutradara biasanya jauh melampaui para crew produksi yang lainnya, bukan tidak mungkin karena memang sutradara-lah yang bertanggung jawab atas sisi kreatif yang ia bangun. Sebelum sutradara menggarap karyanya biasanya dia harus mempunyai banyak referensi karya untuk menunjang visual yang ia bangun. Ingat bukan menjadi plagiat (meniru), yang terpenting adalah mempunyai referensi yang baik sebagai inspirasi dalam berkarya.

Sebelum melakukan pengambilan gambar pada tahap produksi, orang pertama yang mengetahui rencana hasil jadi sebuah karya film adalah Sutradara. Seorang sutradara menggelar Theatre of mind yang dimilikinya untuk melatih pengucapan dialog para talent-nya pada tahap reading. Sang Sutradara pun mengolah skenario, mempelajarinya, dan jika perlu melakukan re-writing terhadap dialog atau action yang ada, mungkin dengan menambahkan ikon setting untuk memperkuat dan mengoptimalkan kualitas visualisasi.

Setelah membayangkan hasil jadi film-nya, Sutradara menuangkannya dalam storyboard. Di dalamnya ada komposisi framing, pengadeganan film dari awal hingga akhir, dan dipertegas atau diperbaiki dengan storyboarder.

Dengan gambar yang dibuat oleh storyboarder tersebut, Sutradara kemudian membuat shot list – director’s treatment. Di dalamnya terdapat juga type of shot sebagai panduan instruksi pengambilan gambar untuk dipelajari oleh operator kamera ketika nantinya melakukan shooting.

Setelah director’s treatment ditetapkan oleh Sutradara, chief produksi di lapangan mengadakan briefing untuk membuat floor plan, yaitu blocking perangkat tata cahaya, letak kamera, posisi setting, serta mark (kedudukan artis saat melakukan acting). Floor plan dibuat sesuai dengan kondisi lokasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Berbekal theatre of mind di benaknya, Sutradara memberi instruksi kepada talent. Instruksi tersebut di antaranya cara melakukan dialog (reading) dan acting (rehearsal) pada saat pengambilan gambar, termasuk instrtuksi bloking di lokasi.

Jangan takut mencoba berkarya… salam broadcast

Oleh : Anton Mabruri (Praktisi Broadcast tv, Filmmaker dan Penulis)

No Comments

Post A Comment