Additional Pages
Custom Links
Connect With Us

PANDUAN MENULIS NASKAH DUA KOLOM (STORYLINE)

01 Mar PANDUAN MENULIS NASKAH DUA KOLOM (STORYLINE)

Tulisan berseri ini masih melanjutkan teknik menulis naskah untuk Program Acara Televisi, kali ini penulis menjanjikan “PANDUAN MENULIS NASKAH 2 (DUA) KOLOM [STORYLINE]. Naskah dua kolom sering digunakan dalam pembuatan karya non fiksi / non drama seperti : dokumenter, dokumenter tv, feature, magazine dan lain sebagainya. Format naskah dua kolom ini juga sering digunakan dalam produksi multi kamera juga digunakan untuk iklan, company profile dan video instruksional.

Tidak seperti screenplay, naskah dua kolom ini tidak memiliki format yang benar-benar baku dan disepakati semua kalangan sebab jenis naskah ini akan terus berkembang sesuai dengan penulisnya, akan tetapi beberapa konvesi memunculkan standar bakunya. Penyajian di sini hanya ingin memberikan pengkajian ukuran bagi para calon broadcaster dan broadcaster pemula yang ingin membidangi dunia broadcasting. Berikut cara penulisannya :

1. Margin / Font
Margin (garis tepi) pada halaman masing-masing 1 inchi, font yang digunakan adalah jenis font mesin ketik atau jika Anda dapat menggunakan Microsoft Word jenis font Courier New dengan besar font 12 pt. Dengan garis tepi 1 inchi dan font Courier New 12 pt satu halaman kertas akan menghasilkan durasi 1 menit program. Di Indonesia biasanya menggunakan kertas ukuran A4, dengan satu halaman A4 ini akan mengahasilkan durasi 1 menit. Standar ini sampai hari ini masih digunakan.

2. Header
Setiap halaman harus memilkik header yang setidaknya memuat nomor halaman dan judul, penulisannya seperti pada screenplay yakni berada di atas sebelah kanan halaman. Informasi header berbeda-beda mulai dari : judul, slug, nama, klien, tanggal, dan lain sebagiannya.

3. Kolom (Column)
Terdapat dua kolom, kolom sebelah kiri untuk video dan kolom sebelah kanan untuk audio. Deskripsi shot dicantumkan (ditulis) dalam kolom video ditulis secara horizontal sejajar (serasi) dengan kolom audio yang mencantumkan suara/bunyi backsound, sound atau dialog.

4. Label Kolom (Column Label)
Pelabelan kolom menggunakan VIDEO dan AUDIO di atas dari setiap kolom dan diberi garis bawah, walaupun bukan hal yang perlu. Sebab secara tidak langsung pelabelan (penulisan) VIDEO dan AUDIO di setiap kolom akan memakan jumlah spasi dan dapat mengurangi durasi. Artinya pelabelan di atas kolom sebenarnya bukan sesuatu yang perlu (mutlak).

5. Pembagian Garis (Dividing Line)
Pembagian garis kolom terbagi menjadi dua kolom yakni kolom Video dan Audio secara vertikal, dalam penulisannya pun akan mengikuti secara otomatis ke bawah. Pembagian garis ditulis per-action (per-adegan) hal ini untuk memudahkan Anda melihat berapa jumlah shot yang harus diambil.

6. Capitalization – Penggunaan Huruf Kapital (huruf besar)
Penulisan kata dengan huruf kapital bukan untuk kalimat yang diucapkan tetapi lebih kepada kalimat yang menunjukan pada kolom video seperti nama karakter, dan pada audio musik dan sound efek. Kata-kata untuk penampil ditulis dengan huruf reguler dan huruf kecil hal dilakukana karena :

  1. Riset mengatakan bahwa dengan menggunakan huruf kecil memudahkan untuk dibaca dari menggunakan huruf besar CAPS LOCK semua.
  2. Penggunaan huruf kapital tidak pada semua kata (kalimat), akan mempermudah mencirikan mana yang beruap action mana yang berupa dialog.

7. Kolom Video
Di dalam kolom video mendiskripsikan semua shot yang digunakan seperti : type of shot, camera movement, camera angle, dan spesial efek yang digunakan dalam shot. Ada perbedaan dengan penulisan deskripsi antara naskah dua kolom dengan screenplay, untuk penulisannaskah dua kolom penulisan contoh type of shot ”close-up” hanya disingkat dengan ”CU” sedangkan pada screenplay harus lengkap ”close-up”. Dalam penulisan deskripsi di kolom video pun dengan menggunakan spasi ganda bukan single spasi, ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam memberi catatan-catatan atau semacam koreksi ulang.
Contoh :
LS DIMAS BERDIRI DI SEBUAH JENDELA
DIA MENGANGKAT CANGKIR BERISI TEH
DAN MEMINUMNYA DENGAN SANTAI
ZOOM IN HINGGA CU DIMAS

8. Kolom Audio
Di dalam kolom audio biasanya berisi :
1. Karakter (Character)
2. Dialog (Dialogue)
3. Musik (Music)
4. Sound effect (SFX)

Kecuali dialog yang penulisannya dengan menggunakan huruf kecil sedangkan yang lainnya menggunakan huruf besar. Bahkan dalam penulisan musik dan sound effect ditulis dengan huruf besar (CAPS) diberi buka kurung dan tutup kurung kemudian diberi garis bawah. Contoh :
(FADE IN MUSIK ROCK)
(SFX: GELAS PECAH)

9. Karakter (Character)
Karakter adalah nama pemain, penulisannya berada di kolom audio. Ditulis dengan huruf besar kemudian pada saat akan dialog diberi tanda titik dua atau dialog berada di bawahnya. Contoh :
LINA : SELAMAT PAGI, BU!

boleh juga ditulis
LINA
SELAMAT PAGI, BU!

10. Spasi (Pemberian Spasi)
Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa penggunaan spasi dalam penulisan naskah dua kolom adalah spasi ganda baik di kolom video atau audio hal ini memudahkan Anda untuk memberi tambahan atau memberi koreksi pada naskah yang Anda buat. Contoh spasi yang digunakan pada kolom audio :
ANDIKA : Bro… kemarin kemana?
Aku cari-cari malah menghilang
DUDIN : (Tersenyum) Iya maaf…
Kemarin bantuain ayah ke Kebon
ANDIKA : Kebon binatang maksud kamu?
(SFX: tertawa)

SUMBER: BUKU PANDUAN PENLISAN NASKAH TELEVISI FORMAT ACARA NONDRAMA, NEWS & SPORT – ANTON MABRURIK KN – GRASINDO 2013

Di bawah ini adalah contoh penulisan lengkapnya

No Comments

Post A Comment